Minggu, 30 Mei 2010

PERILAKU KONSUMEN DAN PRODUSEN

Perilaku konsumen adalah tingkah laku dari konsumen, dimana mereka dapat mengilustrasikan pencarian untuk membeli, mengevaluasi menggunakan dan memperbaiki suatu produk. Yang di fokuskan dalam perilaku konsumen adalah bagaimana individu tersebut membuat keputusan untuk menggunakan sumber daya yang telah tersedia untuk mengkonsumsi suatu barang. Ada 2 wujud konsumen yaitu :
1. personal consumer
2. organizational consumer

Ada 2 pendekatan untuk mempelajari perilaku konsumen yaitu :
1. Pendekatan Kardinal
2. Pendekatan Ordinal

Pendekatan Kardinal
Kepuasan seorang konsumen dalam mengkonsumsi suatu barang dapat diukur dengan satuan kepuasan (misalnya mata uang. Setiap tambahan satu unit barang yang dikonsumsi akan
menambash kepuasan yang diperoleh konsumen tersebut
dalam jumlah tertentu. Tambahan kepuasan yang diperoleh dari penambahan jumlah
barang yang dikonsumsi disebut kepuasan marginal (Marginal Utility). Berlaku hukum tambahan kepuasan yang semakin menurun(The Law of Diminishing Marginal Utility),yaitu besarnya kepuasan marginal akan selalu menurun dengan bertambahnya jumlah barang yang dikonsumsi secara terus menerus.Keseimbangan konsumen tercapai jika konsumen memperoleh kepuasan maksimum dari mengkonsumsi suatu barang.
Syarat Keseimbangan:
1. MUx/Px =MUy/Py =….= MUn/Pn
2. Px Qx + Py QY + ……+ Pn Qn = M

MU = marginal utility
P =harga
M = pendapatan konsumen



Pendekatan Ordinal
Pendekatan ordinal mengukur kepuasan konsumen dengan angka ordinal (relatif).
Kelemahan pendekatan kardinal terletak pada anggapan yang digunakan bahwa kepuasan konsumen dari mengkonsumsi barang dapat diukur dengan satuan kepuasan. Pada kenyataannya pengukuran semacam ini sulit dilakukan. Tingkat kepuasan konsumen dengan menggunakan kurva indiferens(kurva yg menunjukkan tingkat kombinasi jumlah
barang yang dikonsumsi yang menghasilkan tingkat kepuasan yang sama).




KONSEP ELASTISITAS

elastisitas adalah perbandingan perubahan proporsional dari sebuah variabel dengan perubahan variable lainnya. Dengan kata lain, elastisitas mengukur seberapa besar besar kepekaan atau reaksi konsumen terhadap perubahan harga.
Ada tiga konsep elastisitas yaitu:
1. elastisitas harga permintaan
2. elastisitas silang
3. elastisitas pendapatan

- elastisitas harga permintaan
Elastisitas harga permintaan mengukur seberapa banyak permintaan barang dan jasa (konsumsi) berubah ketika harganya berubah. Elastisitas permintaan ditunjukkan dalam bentuk prosentase perubahan atas kuantitas yang diminta sebagai akibat dari satu persen perubahan harga.
- elastisitas silang
Elastisitas permintaan silang mengukur bagaimana perubahan kuantitas yang diminta atas sebuah produk mempengaruhi harga produk lainnya. Elastisitas silang (Ec) terjadi karena presentase perubahan jumlah barang yang diminta akibat terjadinya perubahan harga barang lain.
-elastisitas pendapatan
Elastisitas pendapatan (Ey) adalah prosentase perubahan kuantitas barang yang diminta akibat terjadinya perubahan pendapatan


PERILAKU PRODUSEN
Produsen dalam ekonomi adalah orang yang menghasilkan barang dan jasa untuk dijual atau dipasarkan. Orang yang memakai atau memanfaatkan barang dan jasa hasil produksi untuk memenuhi kebetuhan adalah konsumen.
Fungsi Produksi
Fungsi produksi adalah fungsi yang menunjukkan hubungan antara berbagai konbinasi
input yang digunakan untuk menghasilkan output. Pada dasarnya untuk menjelaskan fungsi produksi ini adalah berlakunya ” The Law Of Dimishing Returns” yang menyatakan apabila suatu input ditambahkan dan input-input lain tetap, maka tambahan output dari setiap tambahan satu unit input yang ditambahkan mula-mula menarik, tapi ketika sampai pada suatu tingkat tertentu akan menurun , jika input tersebut terus ditambahka. Jadi dalam hukum ini ada 3 tahapan produksi , yakni :
1. Tahap I : Produksi terus bertambah dengan cepat.
2. Tahap II : Pertambahan produksi total semakin lama semakin kecil.
3. Tahap III : Pertambahan produksi total semakin berkurang. Untuk menjamin kegiatan produksi, diperlukan alat-alat yang dapat digunakan untuk menghasilkan barang/jasa yang disebut factor produksi atau sumber daya ekonomi. Sumber daya ekonomi meliputi :
a. factor produksi alam
b. factor produksi tenaga kerja manusia
c. factor produksi modal
d. factor produksi kewirausahaan
Produksi optimal dikaitkan dengan penggunaan factor produksi untuk memproduksi output tertentu, posisi optimal ini dicapai dimana tidak dimungkinkan untuk meningkatkan output tanpa mengurangi produksioutput yang lain.
Tingkat Produksi Optimal
Tingkat produksi optimal atau Economic Production Quantitiy (EPQ) adalah sejumlah produksi tertentu yang dihasilkan dengan meminimumkan total biaya persediaan (Yamit, 2002). Metode EPQ dapatdicapai apabila besarnya biaya persiapan (set up cost) dan biaya penyimpanan (carrying cost) yang dikeluarkan jumlahnya minimum. Artinya, tingkat produksi optimal akan memberikan total biayapersediaan atau total inventori cost (TIC) minimum.
Metode EPQ mempertimbangkan tingkat persediaan barang jadi dan permintaan produk jadi. Metode ini juga mempertimbangkan jumlah persiapan produksi yang berpengaruh terhadap biaya persiapan.Metode EPQ menggunakan asumsi sbb :
1. barang yang diproduksi mempunyai tingkat produksi yang lebih besar dari tingkat permintaan.
2. selama produksi dilakukan, tingkat pemenuhan persediaan adalah sama dengan tingkat produksi dikurangi tingkat permintaan.
3. Selama berproduksi, besarnya tingkat persediaan kurang dari Q (EPQ) karena penggunaan selama pemenuhan.
Penentuan Volume Produksi yang Optimal
Menurut Riyanto (2001), penentuan jumlah produk optimal hanya memperhatikan biaya variable saja. Biaya variable dalam persediaan pada prinsipnya dapat digolongkan sbb :
1. Biaya-biaya yang berubah-ubah sesuai dengan frekuensi jumlah persiapan proses produksi yang disebut biaya persiapan produksi (set-up cost).
2. Biaya-biaya yang berubah-ubah sesuai dengan besarnya persediaan rata-rata yang disebut biaya penyimpanan (holding cost).
Biaya penyimpanan terdiri atas biaya yang-biaya yang bervariasi secara langsung dengan kuantitas persediaan. Biaya penyimpanan per periode akan semakin besar apabila rata-rata persediaan semakin tinggi.Biaya yang termasuk sebagai biaya penyimpanan diantaranya :
1. Biaya fasilitas-fasilitas penyimpanan (termasuk penerangan, pemanas atau pendingin)
2. Biaya modal (opportunity cost of capital)
3. Biaya keusangan
4. Biaya perhitungan fisik dan konsiliasi laporan
5. Biaya asuransi persediaan
6. Biaya pajak persediaan
7. Biaya pencurian, pengrusakan atau perampokan
8. Biaya penanganan persediaan, dan sebagainya.
Least cost combination adalah menentukan kombinasi input-input produksi untuk meminimalkan biaya produksinya dengan hal ini dapat meminimkan ongkos produksi seminim-minimnya tanpa mengurangi kualitas barang tersebut..

Selasa, 30 Maret 2010

RUANG LINGKUP EKONOMI & PENENTUAN HARGA PERMINTAAN DAN PENAWARAN

1. RUANG LINGKUP EKONOMI
Pengertian Ilmu Ekonomi dan Ruang Lingkupnya Istilah ‘ekonomi’ berasal dari bahasa Yunani asal kata ‘oikosnamos’ atau oikonomia’ yang artinya ‘manajemen urusan rumah-tangga’, khususnya penyediaan dan administrasi pendapatan.Namun sejak perolehan maupun penggunaan kekayaan sumberdaya secara fundamental perlu diadakan efesiensi termasuk pekerja dan produksinya, maka dalam bahasa modern istilah ‘ekonomi’ tersebut menunjuk terhadap prinsip usaha maupun metode untuk mencapai tujuan dengan alat=alat sesedikit mungkin. Di bawah ini akan dijelaskan beberapa definisi tentang ilmu ekonomi. Menurut Albert L. Meyers ilmu ekonomi adalah ilmu yang mempersoalkan kebutuhan dan pemuasan kebutuhan manusia. Kata kunci dari definisi ini adalah; pertama, tentang “kebutuhan” yaitu suatu keperluan manusia terhadap barang-barang dan jasa-jasa yang sifat dan jenisnya sangat bermacam-macam dalam jumlah yang tidak terbatas. Kedua, tentang” pemuas kebutuhan” yang memiliki ciri-ciri “terbatas” adanya. Aspek yang kedua inilah menurut Lipsey yang menimbulkan masalah dalam ekonomi, yaitu karena adanya suatu kenyataan yang senjang, karena kebutuhan manusia terhadap barang dan jasa jumlahnya tak terbatas, sedangkan di lain pihak barang-barang dan jasa-jasa sebagai alat pemuas kebutuhan sifatnya langka ataupun terbatas. Itulah sebabnya maka manusia di dalam hidupnya selalu berhadapan dengan kekecewaan maupun ketidakpastian. Definisi ini nampaknya begitu luas sehingga kita sulit memahami secara spesifik. Ahli ekonomi lainnya yaitu J.L. Meij mengemukakan bahwa ilmu ekonomi adalah ilmu tentang usaha manusia ke arah kemakmuran. Pendapat tersebut sangat realistis, karena ditinjau dari aspek ekonomi di mana manusia sebagai mahluk ekonomi (Homo Economicus) pada hakekatnya mengarah kepada pencapaian kemakmuran. Kemakmuran menjadi tujuan sentral dalam kehidupan manusia secara ekonomi, sesuai yang dituliskan pelopor “liberalisme ekonomi” oleh Adam Smith dalam buku “An Inquiry into the Nature and Cause of the Wealth of Nations” tahun 1976. Namun dengan cara bagaimana manusia itu berusaha mencapai kemakmurannya ? Dalam definisi yang dikemukakan Meij memang tidak dijelaskan. Kemudian Samuelson dan Nordhaus mengemukakan “Ilmu ekonomi merupakan studi tentang perilaku orang dan masyarakat dalam memilih cara menggunakan sumber daya yang langka dan memiliki beberapa alternatif penggunaan, dalam rangka memproduksi berbagai komoditi, untuk kemudian menyalurkannya baik saat ini maupun di masa depan ⎯ kepada berbagai individu dan kelompok yang ada dalam suatu masyarakat. Menurut Samuelson 2 bahwa ilmu ekonomi itu merupakan ilmu pilihan. Ilmu yang mempelajari bagaimana orang memilih penggunaan sumber-sumber daya produksi yang langka atau terbatas untuk memproduksi berbagai komoditi, dan menyalurkannya ke berbagai anggota masyarakat untuk segera dikonsumsi. Jika disimpulkan dari tiga pendapat di atas walaupun kalimatnya berbeda, namun tersirat bahwa pada hakikatnya ilmu ekonomi itu merupakan usaha manusia untuk memenuhi kebutuhannya dalam mencapai kemakmuran yang diharapkan, dengan memilih penggunaan sumber daya produksi yang sifatnya langka/terbatas itu. Dengan kata lain yang sederhana bahwa ilmu ekonomi itu merupakan suatu disiplin tentang aspek-aspek ekonomi dan tingkah laku manusia.

MASALAH POKOK EKONOMI
Dalam memenuhi kebutuhannya, manusia dihadapkan pada berbagai masalah. Hal ini dimungkinkan karena jumlah dan macam kebutuhan manusia tidak terbatas. Masalah pokok ekonomi yang dihadapi manusia dibedakan menjadi dua macam, yaitu masalah bagi produsen dan konsumen.
1. Masalah ekonomi bagi produsen
Berikut masalah ekonomi yang harus dihadapi oleh produsen
a. Barang apa yang harus diproduksi (what)
b. Bagaimana barang tersebut diproduksi (why)
c. Untuk siapa barang tersebut diproduksi (what for)

2. Masalah ekonomi yang dihadapi konsumen
Masalah pokok yang dihadapi konsumen adalah terbatasya alat pemuas, padahal kebutuhan manusia tidak terbatas. Agar konsumen dapat memenuhi berbagai kebutuhannya maka konsumen akan menyusun skala prioritas. Adapun hal-hal yang mempengaruhi skala prioritas adalah tingkat pendapatan / penghasilan, kedudukan seseorang, dan faktor lingkungan.

SISTEM PEREKONOMIAN
Sistem perekonomian adalah sistem yang digunakan oleh suatu negara untuk mengalokasikan sumber daya yang dimilikinya baik kepada individu maupun organisasi di negara tersebut. Perbedaan mendasar antara sebuah sistem ekonomi dengan sistem ekonomi lainnya adalah bagaimana cara sistem itu mengatur faktor produksinya. Dalam beberapa sistem, seorang individu boleh memiliki semua faktor produksi. Sementara dalam sistem lainnya, semua faktor tersebut di pegang oleh pemerintah. Kebanyakan sistem ekonomi di dunia berada di antara dua sistem ekstrim tersebut.

Selain faktor produksi, sistem ekonomi juga dapat dibedakan dari cara sistem tersebut mengatur produksi dan alokasi. Sebuah perekonomian terencana (planned economies) memberikan hak kepada pemerintah untuk mengatur faktor-faktor produksi dan alokasi hasil produksi. Sementara pada perekonomian pasar (market economic), pasar lah yang mengatur faktor-faktor produksi dan alokasi barang dan jasa melalui penawaran dan permintaan.

2. PENENTUAN HARGA PERMINTAAN DAN PENAWARAN
Dalam ekonomi terdapat permintaan (demand) dan penawaran (supply) yang saling bertemu dan membentuk satu titik pertemuan dalam satuan harga dan kuantitas (jumlah barang). Setiap transaksi perdagangan pasti ada permintaan, penawaran, harga dan kuantitas yang saling mempengaruhi satu sama lain.

A. Pengertian/Arti Definisi Permintaan dan Penawaran

Permintaan adalah sejumlah barang yang dibeli atau diminta pada suatu harga dan waktu tertentu. Sedangkan pengertian penawaran adalah sejumlah barang yang dijual atau ditawarkan pada suatu harga dan waktu tertentu.

Contoh permintaan adalah di pasar kebayoran lama yang bertindak sebagai permintaan adalah pembeli sedangkan penjual sebagai penawaran. Ketika terjadi transaksi antara pembeli dan penjual maka keduanya akan sepakat terjadi transaksi pada harga tertentu yang mungkin hasil dari tawar-menawar yang alot.

B. Hukum Permintaan dan Hukum Penawaran
Hukum Permintaan
Hukum permintaan jumlah produk yang diminta berbanding terbalik dengan harga, artinya : jika harga barang naik maka jumlah permintaannya akan turun dan sebaliknya. Tentu saja kondisi di atas bersifat ceteris paribus artinya semua faktor yang mempengaruhi berlakunya hukum permintaan dianggap tetap.

Hukum Penawaran
Hukum penawaran menyatakan bahwa jumlah produk yang ditawarkan berbanding lurus dengan harga. artinya : jika harga naik maka jumlah barang yang ditawarkan juga akan naik dan sebaliknya, ceteris paribus


C. Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Permintaan dan Penawaran
Faktor – factor yang Mempengaruhi Permintaan

Faktor–faktor yang menyebabkan keadaan(hukum permintaan tak berlaku)tidak menjadi ceteris paribus dan mempengaruhi permintaan masyarakat adalah :
1.Selera masyarakat
2.Jumlah pendapatan
3.Intensitas kebutuhan
4.Adanya barang Substitusi
5.Banyaknya konsumen akan produk yang bersangkutan

Permintaan dapat dibedakan menjadi :
1.Permintaan absolut : permintaan yang harus dipenuhi tanpa mempertimbangkan kemampuan
2.Permintaan potensial : permintaan yang disertai dengan kemampuan membeli
3.Permintaan efektif : permintaan yang benar – benar dilaksanakan

Faktor – faktor yang Mempengaruhi Penawaran

Faktor – faktor yang menyebabkan hukum penawaran tak berlaku atau keadaan menjadi tak ceteris paribus lagi adalah:
1.Kemampuan produsen untuk berproduksi
2.Ekspektasi
3.Ketersediaan factor Produksi
4.Banyaknya perusahaan
5.Jumlah permintaan yang dihadapi perusahaan


D. Harga Keseimbangan
Harga Keseimbangan adalah harga yang terbentuk pada titik pertemuan kurva permintaan dan kurva penawaran. Terbentuknya harga dan kuantitas keseimbangan di pasar merupakan hasil kesepakatan antara pembeli (konsumen) dan penjual (produsen) di mana kuantitas yang diminta dan yang ditawarkan sama besarnya. Jika keseimbangan ini telah tercapai, biasanya titik keseimbangan ini akan bertahan lama dan menjadi patokan pihak pembeli dan pihak penjual dalam menentukan harga.

Senin, 28 Desember 2009

KELEMAHAN STRUKTUR ORGANISASI FUNGSIONAL PENDIDIKAN!

Organisasi fungsional adalah bentuk organisasi dimana wewenang dari pimpinan tertinggi di limpahkan ke kepala bagian di bawahnya yang mempunyai keahlian tertentu serta sebagian dilimpahakan ke pejabat fungsional yang teteap koordinasi nya atau pengambilan keputusannya tetap diserahkan ke kepala bagian. Maksudnya adalah pimpinan tertinggi tidak mempunyai tugas apa-apa dikarenakan semua tugas nya dilimpahkan ke kepala bagian yang berada dibawahnya.

Ciri-cinya adalah tidak tampak pembedaan antara tugas pokok dan tugas bantuan dan pembagian kerja dan pelimpahan wewenang tidak membedakan perbedaan tingkat eselon.

Keburukannya adalah kurang fleksibel dan tour of duty. selain itu pejabat fungsional akan merasa kebingungan karena di koordinasikan lebih dari satu orang.

KELEMAHAN STRUKTUR ORGANISASI GARIS PENDIDIKAN!

Didalam organisasi itu ada struktur. Apakah struktur organisasi itu?Suatu struktur organisasi menetapkan cara tugas pekerjaan dibagi, dikelompokkan dan dikoordinasi secara formal. Ada enam unsur yang perlu diperhatikan jika ingin merancang struktur organisasi. Elemen-elemen itu adalah spesialisasi pekerjaan, departementalisasi, rantai komando, rentang kendali, sentralisasi dan desentralisasi, serta formalitas. Jadi didalam suatu organisasi itu harus terdapat strukturnya.

Organisasi lini dan staff adalah suatu organisasi yang bentuknya adalah pelimpahan wewenang berlangsung secara vertikal dan sepenuhnya dari pucuk pimpinan ke kepala bagian yang berada di bawahnya serta masing-masing pejabat, manajer ditempatkan satu atau lebih pejabat staff yang memiliki fungsi sebagai penasehat saja. Misalnya mengenai masalah keungan, kerasipan dan lain lain.
Ciri-ciri dari struktur ini adalah hubungan atasan dengan bawahan tidak berlangsung secara langsung. Selain itu yang sangat mencolok adalah struktur ini mempunyai karyawan yang banyak.
Keburukannya adalah persaingan antara pejabat tidak sehat. selain itu juga dapat membuat proses decision making menjadi berliku-liku, dan tugas pokok orang-orang menjadi nomor dua.

Sabtu, 28 November 2009

KONFLIK PERUSAHAAN CV.SEJAHTERA,!

PT MAKMUR adalah sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang ekspor-impor. CV MAKMUR memiliki anak perusahaan yaitu CV SEJAHTERA. Di dalam sejahtera sering sekali terjadi konflik antar karyawan karena kecemburuan sosial. Di dalam CV SEJAHTERA terdapat beberapa karyawan yang memiliki hubungan saudara dengan pemimpin CV SEJAHTERA. Tetapi pemimpin CV SEJAHTERA bersikap profesional. Karena walaupun memiliki hubungan saudara, tapi dia tetap menyeleksinya. Akan tetapi, pegawai yang lain beranggapan tidak. Pegawai yang lain beranggapan kalau pemimpinnya tidak adil. Inilah yang sering menjadi konflik dalam organisasi.

Dalam menyikapi hal ini,pemimpin harus meningkatkan persaingan antar individu atau pegawai dan memberi penghargaannya. Dalam sikap ini menunjukkan bahwa kepemimpinan bersikap adil dan tidak memandang bulu. Selain itu dalam permasalan ini harus dilakukan intervensi pada pihak yang terkait agar melakukan kompromi, dalam hal ini harus menerjunkan pihak eksternal. Setelah itu dapat dilakukan pengakomodasian keinginan pihak yang terlibat konflik dalam suatu forum penyelasian konflik. Setelah perusahaan kembali normal, pemimpin harus meningkatkan komunikasi antar karyawan agar dapat tercipta integritas dan solidaritas perusahaan tersebut.

KONFLIK ISRAEL-PALESTINA!

Konflik antara kedua negara ini yaitu ISRAEL-PALESTINA tidak sesederhana yang dilihat seolah-olah ini hanya soal pandangan yang berbeda. Di masing masing kubu terdapat organisasi-organisasi yang menganjurkan penyingkiran teritorial total dari komunitas yang lainnya. Sebagian menganjurkan solusi dua negara, sebagiannya lagi menganjurkan solusi dua bangsa. Sejak persetujuan Oslo, kedua pihak secara resmi bertekad untuk akhirnya tiba pada solusi dua negara. Dan masalah-masalah yang tidak terpecahkan diantara kedua pemerintah mencakup :
  • Status dan masa depan tepi barat, jalur gaza dan yerusalem timur yang mencakup wilayah-wilayah palestina yang diusulkan.
  • Keamanan Israel.
  • Keamanan Palestina.
  • Hakikat masa depan Negara Palestina.
  • Nasib para penghuni Palestina.
  • Kebijakan-kebijakan pemukiman pemerintah israel, dan nasib para penduduk dipemukiman tersebut.
  • Kedaulatan terhadap tempat-tempat suci di yerusalem,termasuk bukit bait suci dan kompleks tembok(ratapan) barat.
Sampai sekarang masalah-masalah diatas menjadi pokok masalah yang tidak berujung bagi kedua negara. Sebenarnya disini peranan PBB sangatlah dibutuhkan. PBB adalah Lembaga/organisasi yang memfasilitasi dalam hukum internasional, pengaman internasional, lembaga ekonomi, dasn perlindungan sosial. PBB harus mengambil tindakan agar tidak jatuh korban yang lebih banyak lagi. PBB harus mengambil tindakan tegas dalam bertindak.]
menurut saya solusi yang harus diambil PBB adalah diantaranya :
  1. Penetapan wilayah-wilayah yang adil bagi kedua belah-pihak. Melalui rapat yang dihadiri para pemimpin dari kedua negara tersebut.
  2. Menggelar rapat dengan organisasi yang dimiliki kedua negara tersebut(HAMAS DLL) untuk mendiskusikan tentang keamanan kedua belah-pihak.
Memang tindakan diatas belum tentu dapat menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang terjadi pada kedua negara ini. Tetapi yang kita harapkan agar permasalahan kedua negara tersebut dapat selesai agar tidak jatuh korban yang tidak bersalah lagi.

Kamis, 26 November 2009

KONFLIK PERTANDINGAN PLAY-OFF!!

Rabu 18/11 adalah pertandingan yang sangat menentukan bagi prancis dan irlandia. Mereka akan bertanding dalam partai play-off piala dunia 2010 afrika selatan. Ini adalah partai hidup mati kedua negara tersebut.
Akhirnya partai dimenangkan prancis. Akan tetapi, urusan fifa belum selesai. Muncul kontroversi mengenai gol yang diceta oleh william gallas. Bagaimana tidak, sebelum gol terjadi ada kejadian yang seharusnya menjadi pelanggaran akan tetapi luput dari pengamatan wasit, yaitu HAND BALL. Sebelum bola keluar dari garis out, henry dengan sengaja menyentuh bola dengan tangan dan setelah itu diteruskan umpan yang disambut oleh william gallas dan kemudian menghasilkan gol yang menyamai kedudukan dan meloloskan prancis ke pi0ala dunia 2010 di afsel.
Ini membuat PR bagi FIFA. persepakbolaan orlandia mendesak agar fifa menyelenggarakan pertandingan ulang akan tetapi prancis menolaknya. FIFA pun menolak diadakan Rematch karena menurut FIFA segala keputusan dilapangan ada ditangan wasit. Tetapi ketika FIFA menggelar rapat darurat tentang play-off, FIFA membahas tentang penanggulangan kasus henry dengan menggunakan video agar membantu kinerja wasit supaya kejadian yang terjadi pada play-off prancis-irlandia tidak terjadi lagi.


SOLUSInya menurut saya FIFA harus bersikap adil terhadap kedua belah negara. Menurut saya FIFA harus menggelar REMATCH partai tersebut. Memang keputusan dilapangan ada ditangan wasit, akan tetapi kejadian ini bukan baru terjadi sekali. kejadian ini pun sebelumnya sudah terjadi dalam partai final inggris melawan argentina dengan gol tangan tuhan maradona. FIFA tidak menjadikannya pelajaran agar menjadi lebih baik karena kejadian ini terjadi kembali yang sangat merugikan kubu IRLANDIA. Dan menurut saya cara penanggulangan yang direncanakan FIFA dalam rapat daruratnya, cukup efektif. Akan tetapi FIFA harus benar-benar mencanangkannya agar tidak ada negara yang merasa dirugikan atau tidak mendapatkan rasa adil. Karena FIFA sebagai payung persepakbolaan seluruh dunia harus bersikap adil dan memikirkan yang terbaik buat persepakbolaan dunia agar menjadi lebih baik.