Rabu, 16 November 2011

Standarisasi Jaringan Komunikasi Visual

Sebelum melangkah ke dalam pengenalan dan kegunaan perangkat dan aplikasi video conference alangkah baiknya bila kita harus terlebih dahulu mengenal standarisasi jaringan komunikasi visual. Di dalam standarisasinya adalah:

• Bentuk pengiriman dan penerimaan video secara langsung

- Merekam gambar - Transmisi

- Analisa gambar - Decoding

- Coding (kompresing) -Display

• Formatting dan kompresing

Bentuk format dan kompresing didalam Codec seperti didalam gambar di bawah ini.

• Standarisasi ITU ( International Telecommunication Union ) Merupakan bentuk standarisasi telekomunikasi internasional. Semua perangkat video conference harus memenuhi standarisasi ITU, ini di karenakan rekomendasi dari semua industri telekomunikasi. Didalam video conference menggunakan 2 standarisasi ITU, yaitu:

1. H.320 (Standard ISDN)

Merupakan jendela standarisasi video conference pada circuit jaringan yang dipilih

2. H.323 (Standard IP)

Merupakan jendela standarisasi video conference pada paket jaringan yang dipilih

• Standarisasi Video

�� Bentuk format video

- CIF (Common Intermediate Format)

- iCIF (Interlaced CIF)

- 4x CIF

- QCIF (Quarter CIF)

- SIF (Super Intermediate Format)

- iSIF (Interlaced SIF)

�� Bentuk Protokol video

- H.261

Standarisasi yang digunakan dalam video conference dan format videonya adalah CIF dan QCIF

- H.263

Standarisasi yang paling sering digunakan dalam video conference dengan pilihan format videonya yang antara lain; CIF, QCIF, SIF, iSIF, 4SIF dengan tambahan format yang lain diantaranya VGA, SVGA, XGA

- H.264

Standarisasi ini tidak terlalu besar bandwidth didalam penggunaannya dan menghasilkan kualitas gambar yang bagus serta dapat bekerja didalam standarisasi video conference yaitu H.320 dan H.323

• Standarisasi Audio

�� G.711

Kualitas suara seperti telepon dengan kualitas frekwensi 3 KHz dan bandwidth 56 Kbps

�� G.728

Kualitas suara seperti telepon dengan kualitas kompresing frekwensi 3 KHz dan bandwidth 16 Kbps

�� G.722

Kualitas suara seperti sebenarnya dengan frekwensi wide band 7 KHz dan bandwidth 56 Kbps

�� G.722.1

Kualitas suara seperti sebenarnya yang di kompresing dengan bandwidth 32 Kbps

�� AAC-LD

Kualitas suara stereo dengan frekwensi 20 KHz

Dua format standarisasi ITU ada dibawah ini :



sumber : http://dslrouter.sourceforge.net/stuff/jadiknas/jardiknas%20pustekom/Modul_10_Vicon.pdf

Selasa, 14 Juni 2011

PENALARAN DEDUKTIF SECARA TIDAK LANGSUNG

1. Silogisme Kategorial

Silogisme kategorial merupakan proses penalaran yang mengggabungkan dua proporsisi yang berlainan untuk menarik suatu kesimpulan. Contoh :

· Semua binatang memiliki insting.

Kucing adalah binatang.

Jadi kucing memiliki insting.

· Semua bunga wangi.

Mawar adalah bunga.

Jadi mawar adalah wangi.


2. Silogisme Hipotesa

Silogisme hipotesa merupakan silogisme yang premis mayornya berproporsisi kondisional hipotesis (pengandaian). Contoh :

· Jika naik kelas berarti belajar

Saya belajar.

Jadi saya naik kelas.

Jika saya haus saya meminum air

saya haus.

Jadi saya meminum air.


3. Silogisme Alternatif

Silogisme alternatif merupakan silogisme yang terdiri atas premis mayor berupa proporsisi alternatif. Contoh :

· Rico adalah siswa atau mahasiswa.

Rico seorang siswa.

Jadi Rico bukan seorang mahasiswa.

· Sunlight adalah sabun pencuci piring atau sabun mandi

Sunlight merupakan sabun pencuci piring.

Jadi sunlight bukan merupakan sabun mandi.


4. Silogisme Entiment

Silogisme entiment adalah silogisme yang tidak mempunyai premis mayor. Contoh :

· Andreas seorang yang pandai bermain drum karena Andreas seorang drummer

· Safik memilik tubuh yang atletis karena Safik seorang Atlit.


5. Rantai Deduksi

Rantai deduksi adalah kumpulan dari seluruh penalaran deduksi baik yang langsung maupun tidak langsung. Contoh :

· Semua susu manis rasanya

Sebagian yang manis rasanya adalah susu

Setelah berolahraga saya meminum susu

Karena susu menghasilkan energi

Saya tidak pernah menolak diberi susu

Karena saya memang sangat suka susu

· Eko tidak suka buah mengkudu

Karena mengkudu hambar rasanya

Eko diberi buah mengkudu

Jadi eko tidak memakannya